Sementara itu Kepala SMA Negeri 56 Jakarta, Dewi Retno Lestari mengungkapkan tantangan terbesar bagi siswa bukanlah sekadar pada konten materi, melainkan pada ketahanan membaca dan literasi berlapis.

"Karena dari soal TKA itu, anak itu harus tahan dulu membaca stimulusnya. Nah, ketika siswa sudah memiliki ketahanan membaca, maka dari situ dia bisa langsung menarik informasi, dia bisa mengekstrak,” katanya.

Dewi juga menyoroti pentingnya menjaga psikologis siswa agar tidak memandang TKA sebagai ancaman. Pihak sekolah rutin menggelar pendampingan khusus setiap hari Jumat.

Melalui forum mingguan itu, anak-anak mulai diakrabkan dengan model soal multiple choice multiple answer, yaitu jenis pilihan ganda yang jawaban benarnya bisa lebih dari satu.