NADIKABAR.COM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memantau dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap operasional 16 bandar udara di Papua akibat kabut asap yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan pihaknya melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga Wilayah X terus berkoordinasi dengan penyelenggara bandar udara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, BMKG, serta instansi terkait.
"Koordinasi ini dilakukan untuk memantau perkembangan situasi di masing-masing wilayah dan memastikan keselamatan serta keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas," kata Lukman terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan terus memantau perkembangan karhutla dan dampaknya terhadap operasional transportasi udara di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk wilayah Papua, berkoordinasi dengan instansi terkait.
Berdasarkan laporan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X pada Kamis (15/10), terdapat 16 bandar udara di wilayah kerjanya yang operasionalnya terdampak kabut asap akibat Karhutla.
Lukman merinci di Provinsi Papua bandara terdampak yakni Bandar Udara Sentani; di Provinsi Papua Tengah yakni Bandar Udara Mozes Kilangin (Timika), Bandar Udara Ilaga, dan Bandar Udara Ilu; di Provinsi Papua Pegunungan yakni Bandar Udara Wamena, Bandar Udara Oksibil, dan Bandar Udara Dekai;