Penguatan SMK PAU rencananya dilakukan melalui integrasi sistem perizinan, penerapan sistem pemeringkatan evaluasi elemen SMK, sinkronisasi audit dan unit penjamin mutu, serta mendorong asesmen dan sertifikasi kompetensi penyusun dokumen SMK PAU yang melibatkan direktur, manajer, hingga safety officer perusahaan angkutan umum sebagai komitmen keselamatan.

Menurut dia, sistem manajemen keselamatan pada perusahaan angkutan umum memiliki peran penting dalam keselamatan khususnya untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

"Perusahaan yang menerapkan 10 elemen SMK PAU dengan sepenuhnya dan baik biasanya cenderung jarang terlibat kecelakaan," ucap Aan.

Selain penguatan SMK PAU, sambung Aan, untuk meningkatkan keselamatan transportasi darat, pihaknya juga bersiap menuju zero ODOL dengan memperkuat pengawasan pada angkutan barang, khususnya terkait pelanggaran kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan.

"Berdasarkan data Korlantas Polri, angkutan barang berkontribusi sekitar 10 persen dalam keterlibatan kecelakaan lalu lintas," kata Aan.

Ia menuturkan, pemerintah menjalankan program zero ODOL melalui sejumlah pendekatan, seperti penguatan regulasi dengan mengusulkan penguatan pengaturan kendaraan angkutan barang dalam revisi Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.