Dalam menangani kondisi tersebut, KSOP Kelas III Tanjung Wangi terus memperkuat koordinasi bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), PT ASDP Indonesia Ferry, operator kapal, serta pemangku kepentingan terkait.
Dari sisi kepelabuhanan dan keselamatan pelayaran, langkah yang dilakukan tim redaksi lain melalui optimalisasi operasional kapal, pengawasan kelaiklautan kapal, pengaturan pola sandar sesuai kondisi operasional, serta memastikan pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) berjalan sesuai ketentuan.
Guna meningkatkan kapasitas angkut, telah disiapkan tambahan kapal untuk mendukung pelayanan penyeberangan, yaitu KMP Jatra I yang dijadwalkan tiba pada Selasa pukul 02.00 WIB, disusul KMP Port Link pada pukul 07.30 WIB.
Selain optimalisasi kapal, pada Selasa, 8 September 2026 direncanakan akan dilakukan survei bathimetri di sekitar Dermaga Bulusan untuk mengetahui kondisi kedalaman perairan dan posisi dolphin yang jatuh. Hasil survei tersebut akan menjadi bahan evaluasi keselamatan untuk mendukung rencana penggunaan Dermaga Bulusan sebagai lokasi sandar KMP Port Link 7.