NADIKABAR.COM — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA), kelompok tani hutan, masyarakat adat, dan relawan bersama Manggala Agni, serta petugas lapangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan penguatan dilakukan melalui patroli, pelaporan dini, pemadaman, dukungan peralatan, dan koordinasi lintas unsur untuk melindungi masyarakat serta mencegah perluasan kebakaran.

"Masyarakat mengetahui kondisi wilayahnya dan menjadi mitra penting dalam mendeteksi ancaman kebakaran sejak dini. Kemenhut terus memperkuat kerja bersama MPA, kelompok tani hutan, masyarakat adat dan relawan, dengan mengutamakan koordinasi serta keselamatan dalam setiap penanganan," ujar Rohmat.

Adapun Kemenhut bersama 14.040 personel MPA di 34 provinsi bahu-membahu memadamkan api, mencegah kebakaran meluas, serta melindungi hutan dan masyarakat dari dampak karhutla.

Selanjutnya, dalam program pengembangan 500 kelompok MPA berkelanjutan tahun 2026, 119 kelompok telah terbentuk, 61 kelompok dalam proses pembentukan, dan 320 desa telah ditetapkan sebagai sasaran pengembangan berikutnya.