NADIKABAR.COM β Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni siap berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membahas penanganan lahan terlantar yang berpotensi menjadi sumber kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah perkotaan.
βNamanya kebakaran hutan dan lahan, tiap tahun itu hampir 50 persen kebakaran terjadi di kawasan hutan, sedangkan 50 persen lainnya terjadi di areal penggunaan lain (APL). Ini nanti akan saya koordinasi lebih erat lagi dengan kementerian terkait,β kata Raja Juli Antoni di Sampit, Sabtu (17/10).
Hal ini ia sampaikan saat kunjungan ke Kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Kotim Halikinnor menyampaikan aspirasi mengenai lahan APL yang kerap menjadi sasaran karhutla.
Raja Juli mengatakan, penanganan karhutla memang tidak hanya berfokus pada kawasan hutan, tetapi juga perlu memperhatikan lahan berstatus APL yang tidak dikelola dengan baik.
Lahan yang dibiarkan terlantar, terutama ketika musim kemarau, berpotensi ditumbuhi rumput dan vegetasi kering yang mudah terbakar.
Oleh sebab itu, ia menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan Menteri ATR/BPN maupun Wakil Menteri ATR/BPN untuk membahas kemungkinan penanganan lahan-lahan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.