NADIKABAR.COM — Sepanjang 2024–2026 Kementerian Kesehatan memberi 4.592 beasiswa bagi dokter spesialis, dokter, dokter gigi, dan tenaga kesehatan lainnya sebagai upaya mempercepat pemenuhan dan pemerataan sumber daya manusia (SDM) kesehatan nasional.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan di Jakarta, Jumat, bahwa pemenuhan SDM kesehatan masih menjadi tantangan dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.

Berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK) per 21 Oktober 2026, sebanyak 93 persen wilayah masih membutuhkan dokter spesialis, dengan total kekurangan mencapai 55.192 dokter.

“Masalah kita ada pada jumlah dokter spesialis. Dari 66 RSUD PHTC yang sedang dibangun, yang memiliki kelengkapan dokter spesialis baru mencapai 51 persen. Karena itu, Kemenkes berupaya mengisi kekurangan tersebut,” ujarnya.Budi menyebutkan, beasiswa itu terdiri atas 2.696 beasiswa dokter spesialis, 1.081 beasiswa dokter dan dokter gigi, serta 815 beasiswa tenaga kesehatan. Pihaknya pun berharap ke depan beasiswa ini semakin tepat sasaran, terutama bagi putra-putri daerah yang membutuhkan.

Kemenkes juga menempuh upaya lain untuk mengejar percepatan pemenuhan jumlah dan distribusi, seperti melalui pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit, penugasan tenaga medis dan tenaga kesehatan, pemberian beasiswa, serta pelatihan lanjutan di dalam dan luar negeri.