"Uji coba ini diharapkan bisa meningkatkan mutu layanan. Apalagi saat ini kita ingin mengubah pelayanan kesehatan berbasis volume menjadi berbasis value, yang ujungnya bukan hanya untuk memastikan keberlangsungan Program JKN, melainkan juga agar layanan kesehatan bisa lebih baik lagi dan masyarakat bisa hidup lebih sehat," ujar Setiaji.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Azhar Jaya mengatakan kebijakan ini bagian dari upaya peningkatan mutu layanan kesehatan secara menyeluruh.
Dalam uji coba yang berlangsung selama maksimal setahun ini, pemerintah menetapkan Kota Bandung, Kabupaten Tulungagung, Kota Makassar, dan Kabupaten Muara Enim sebagai lokasi uji coba.
"Dari empat lokasi tersebut, total ada 464 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 94 rumah sakit yang menerapkan uji coba. Melalui uji coba ini, pemerintah berupaya memastikan seluruh proses dapat berjalan dengan baik," katanya.
Direktur Utama RSUP dr Wahidin Sudirohusodo Makassar dr Annas Ahmad menjelaskan kesiapan pihaknya menjadi lokasi uji coba implementasi kebijakan tersebut.
Menurut dia, diperlukan sinergi yang kokoh antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, manajemen fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan agar pelayanan kesehatan di lapangan berjalan optimal.