NADIKABAR.COM β€” Kementerian Kesehatan memperkuat deteksi dini gangguan penglihatan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta program Comprehensive Community Eye Care (CCEC), yang diluncurkan dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) 2026

"Dalam tiga tahun ke depan, program ini menargetkan skrining mata terhadap lebih dari 60.000 siswa dan pekerja di lima provinsi dan 19 kabupaten/kota," kata Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono di Jakarta, Senin.

Dia menyebutkan, dari 34 juta orang yang telah menjalani pemeriksaan mata melalui CKG, sekitar 1,6 juta orang terindikasi mengalami gangguan penglihatan.

Menurut Dante, pemeriksaan mata perlu menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan sejak dini. Secara global, diperkirakan 1,1 miliar orang mengalami gangguan penglihatan yang tidak tertangani. Dari jumlah tersebut, 90 persen kasus dapat dicegah atau diobati.

β€œJangan tunggu sampai mata kita terasa berat, kabur, atau menyakitkan. Jagalah organ pertama yang bekerja untuk kita setiap hari,” ujar Dante.

Untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan gangguan penglihatan, Kemenkes menjalankan empat langkah strategis, yaitu memperkuat skrining mata melalui Program CKG, memperluas akses operasi katarak, memeratakan ketersediaan dokter spesialis mata, serta meningkatkan edukasi kesehatan mata di sekolah dan tempat kerja.

Kemenkes juga berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) untuk mengatasi ketimpangan alokasi layanan operasi katarak antardaerah.