Program ini dirancang agar masyarakat dapat mengakses pemeriksaan dan penanganan gangguan penglihatan lebih awal, termasuk melalui sekolah dan fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Dalam tiga tahun ke depan, program CCEC menargetkan pelatihan bagi lebih dari 2.000 tenaga kesehatan dan guru, dukungan terhadap 16.500 operasi katarak, serta distribusi lebih dari 100.000 kacamata. Program ini juga akan membangun 13 vision center baru dan memperkuat 21 vision center yang telah tersedia.

Amanda mengatakan, program tersebut diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih awal dan mendekatkan layanan kesehatan mata yang berkualitas ke lingkungan tempat tinggal mereka.

Manfaat pemeriksaan mata juga dirasakan Fayra Salsabila, siswi SMP Negeri 145 Jakarta, yang mengikuti skrining mata dalam kegiatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, Fayra mengetahui bahwa dirinya memiliki silinder 2,00 pada salah satu mata dan 1,50 pada mata lainnya.

Dia juga memperoleh kacamata gratis serta edukasi mengenai kebiasaan yang perlu dihindari untuk menjaga kesehatan mata.

“Aku dapat kacamata gratis dari pemeriksaan ini. Nanti aku tinggal cek lagi untuk pilih model kacamata yang diinginkan di optik,” ujar Fayra.