Menurut dia, jika momentum yang hanya terjadi satu kali dalam sejarah bangsa ini tidak diimbangi dengan kualitas SDM dan lapangan kerja yang mumpuni, kondisi tersebut berpotensi menjadi beban sosial berupa pengangguran massal.

Menurut dia, tantangan demografi ini dibarengi belum meratanya distribusi tenaga kesehatan. Saat ini, dokter spesialis masih terkonsentrasi di kota-kota besar, sementara daerah terpencil di Indonesia Timur masih mengalami kekurangan tenaga ahli.

Guna menjawab kesenjangan ini, Kemenkes menyelenggarakan program Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis Gratis. Hingga angkatan (batch) ke-4, hampir 90 persen penerima manfaat berasal dari wilayah Indonesia Timur.

"Saya berharap alumni UKI juga mengambil program ini. Kami sekolahkan gratis dan kalian akan ditempatkan di rumah sakit daerah yang membutuhkan," kata Wamenkes Benny di hadapan para mahasiswa.

Untuk itu, Kemenkes tengah menjajaki kerja sama intensif dengan Yayasan dan Rektorat UKI untuk mempercepat pembukaan PPDS di FK UKI.