Selain itu, literasi kesehatan juga dikenalkan kepada anak-anak sejak dini di sekolah serta disebarluaskan melalui konten sederhana di media sosial resmi milik Kemenkes.
Terkait pentingnya perawatan diri ini, Perwakilan Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi) sekaligus Chairman APSMI Rachmadi Joesoef menyampaikan bahwa lebih dari 78 persen masyarakat Indonesia melaporkan melakukan pengobatan mandiri pada tahun 2025.
Menurut riset Global Self-Care Federation (GSCF), perawatan diri menghasilkan penghematan sistem kesehatan tahunan sebesar 144 miliar dolar AS secara global.
"Perawatan diri yang bertanggung jawab dapat menciptakan nilai kesehatan, sosial, dan ekonomi yang signifikan dengan membantu masyarakat mengelola kebutuhan kesehatan harian secara tepat, sekaligus mengurangi tekanan yang seharusnya dapat dihindari pada sumber daya layanan kesehatan," kata Rachmadi Joesoef.
Ia menambahkan bahwa APSMI telah membentuk kelompok kerja khusus mengenai penyederhanaan regulasi (regulatory streamlining) dan kesehatan digital (digital health) untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.
"Isu hangat untuk kami adalah bagaimana kita menyediakan aksesibilitas kepada masyarakat luas terhadap perawatan diri dengan informasi yang benar, produk yang tepat, serta harga yang tetap terjangkau," ujar Rachmadi Joesoef.