Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal berharap kolaborasi strategis tersebut mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal secara optimal. Langkah ini diyakini dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

"Kemiri adalah salah satu potensi NTB yang dapat kita tingkatkan nilai tambahnya. Kolaborasi ini penting agar pengembangannya tidak berhenti pada produksi, tetapi terhubung dari hulu hingga hilir dan mampu menjangkau pasar global. Kami berharap manfaat akhirnya kembali kepada masyarakat melalui peningkatan produktivitas, pendapatan petani, dan tumbuhnya kegiatan ekonomi di daerah," tutur Iqbal.

Direktur Eksekutif LPEI Sukatmo Padmosukarso mengatakan, sinergi SMV diharapkan dapat membangun ekosistem kemiri NTB, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga membuka akses ke pasar global. LPEI berperan memperkuat kesiapan produk dan pelaku usaha agar mampu memenuhi kebutuhan pasar ekspor.

"Kemiri NTB memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi komoditas ekspor bernilai tambah. Tantangannya adalah bagaimana kita menghubungkan potensi di tingkat petani dengan standar kualitas, pengolahan, dan akses pasar global. Melalui sinergi SMV, kami ingin membangun rantai nilai yang lebih kuat sehingga manfaat ekspor tidak hanya terlihat dari peningkatan transaksi, tetapi juga dirasakan oleh petani dan masyarakat di daerah," ungkap Sukatmo.

Berdasarkan kajian dan asesmen lapangan Yayasan Insan Bumi Mandiri, program ini diharapkan meningkatkan jumlah petani yang terlibat di Lombok, Sumbawa, dan Bima menjadi 550-720 orang dan produksi secara bertahap menjadi 2.400-3.600 ton per tahun. Pendapatan petani ditargetkan meningkat 20-25 persen dan efisiensi produksi 60-70 persen.

Program ini juga diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar internasional dengan menambah 3 hingga 6 negara tujuan ekspor baru. Selain menembus pasar global, inisiatif tersebut diproyeksikan dapat meningkatkan nilai ekonomi lokal sebesar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar per tahun.

Rangkaian peluncuran juga diisi dengan penandatanganan nota kesepahaman antara LPEI dan Pemerintah Provinsi NTB mengenai pengembangan kapasitas UMKM berorientasi ekspor. LPEI turut menyerahkan Buku Potensi Ekspor NTB yang memuat kajian komoditas unggulan daerah untuk dikembangkan ke pasar global.