Wakhid berharap produk indikasi geografis Dieng terus bertambah, yang akan didaftarkan berikutnya adalah Doba Batur.

"Jadi banyak sekali potensi sumber daya alam yang bisa kembangkan dan dikelola. Saya kira nanti setelah diidentifikasi GI itu akan berkembang. Insya Allah Dieng go internasional, Indonesia wonderfull lah saya kira begitu," kata Wakhid.

Politisi yang juga lulusan Al Azhar ini mengatakan persoalan di Wonosobo dan Banjarnegara adalah kemiskinan yang tinggi di Jawa Tengah.

Menurut dia, dengan meningkatnya perekonomian dan kesejahteraan melalui pengembangan objek wisata yang baik, didukung dengan tanaman konservasi maka persoalan tersebut dapat diatasi.

Persoalan lainnya, terkait kondisi Bendungan Mrican saat ini kondisinya 93 persen mengalami sedimentasi dikarenakan erosi dan lainnya.

Dengan adanya produk indikasi geografis dalam mengembangkan produk pertanian bernilai ekonomi lainnya yang bisa dikelola oleh masyarakat di Dieng.

"Jadi masyarakat Dieng ini sudah sangat terbuka, mereka tidak harus (menanam) kentang sih, yang penting punya nilai ekonomi, kan gitu. Dan pariwisata menjadi salah satu alternatif di samping tanaman alternatif lain yang bisa menahan tahan dan lain seterusnya, sehingga konservasi kita lebih baik manfaatnya," ujarnya.