Setelah adanya penegasan kewarganegaraan, dia menambahkan, para anak Baedah akan dapat bersekolah, belajar, bermain, bertumbuh, dan mengejar cita-cita sebagaimana anak-anak Indonesia lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Widodo tak lupa menyampaikan salam dari Menkum Supratman Andi Agtas yang belum dapat hadir secara langsung.
Dia menambahkan, Menkum juga memberikan bantuan permodalan usaha untuk pendirian warung sembako dan menitipkan sejumlah kebutuhan dasar bagi keluarga Baedah, antara lain dua unit sepeda untuk anak-anak dan kebutuhan dasar lainnya.
Ia menilai momen penegasan kewarganegaraan menunjukkan persoalan kemanusiaan tidak dapat diselesaikan oleh satu kementerian, satu lembaga, atau pun satu pemerintah daerah saja.
Ditegaskan bahwa kehadiran negara menjadi nyata ketika seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat bergerak bersama untuk melindungi satu warga negara.
Untuk itu, Widodo turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian P2MI, Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Komando Rayon Militer (Koramil) dan Kepolisian Sektor (Polsek), perangkat Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW), keluarga, serta seluruh pihak yang membantu proses tersebut.
Ia pun berharap Baedah dan kelima anaknya dapat menjalani kehidupan baru dengan aman dan memperoleh kesempatan untuk menatap masa depan.
"Semoga kelak ketika telah tumbuh dewasa, kalian akan mengenang ini bukan sebagai momen menerima sebuah Surat Keputusan Penegasan Status Kewarganegaraan, melainkan sebagai hari ketika sebuah pintu menuju masa depan mereka kembali dibuka," ucap Widodo.