Tantangannya, menurut Michel, bukan semata-mata ketiadaan data, tetapi bagaimana berbagai sumber data yang telah tersedia dapat dipertemukan dan digunakan secara konsisten.

β€œKita memiliki banyak sumber data, kita memiliki banyak sumber informasi. Yang sulit adalah merekonsiliasikannya,” ucap Michel.

Perkembangan AI, sambung dia, bahkan dapat dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

Ia mengatakan teknologi AI dapat digunakan untuk mencocokkan dan merekonsiliasi data dari berbagai sumber, termasuk informasi pencipta, penampil, pemegang hak, serta informasi mengenai hak yang melekat pada suatu karya.

β€œBeberapa perangkat AI yang melakukan rekonsiliasi antara berbagai sumber data yang ada dapat membantu. Di situ lah saya melihat AI akan sangat membantu kita di masa depan,” ujarnya menambahkan.

Michel juga menekankan interoperabilitas tidak berarti seluruh negara harus menggunakan sistem atau regulasi yang sama karena yang diperlukan berupa kemampuan berbagai sistem untuk berkomunikasi dan bertukar data secara efektif.

Dengan semakin besarnya volume penggunaan karya di platform digital, menurutnya, pendekatan yang hanya bekerja secara lokal tidak lagi memadai.

"Pasarnya global, maka solusinya juga harus global," kata Michel.