NADIKABAR.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) membidik tambahan produksi gabah kering panen (GKP) hingga 2 juta ton melalui penerapan program sistem Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS).
Direktur Perbenihan Tanaman Pangan Kementan Ladiyani Retno Widowati menyampaikan program tersebut memfokuskan peningkatan populasi tanaman serta penggunaan sarana produksi yang berkualitas untuk mendongkrak produktivitas lahan.
Ia menyebut strategi ini disiapkan untuk menjaga ritme produksi di tengah tantangan El Nino.
Retno menjelaskan kondisi cuaca ekstrem membuat luasan tanam reguler mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Oleh karena itu, kondisi itu menuntut adanya terobosan teknis agar hasil panen per hektar dapat meningkat signifikan.