"Kita tahu saat ini El Nino sedang melanda kita, kemudian kalau luas tanaman yang secara reguler saja itu jumlahnya agak turun daripada tahun 2025. Berarti kita harus mencari solusi bagaimana meningkatkan produktivitas suatu lahan," ujar Ladiyani dalam Diskusi Publik Agripulse di Jakarta Selatan, Rabu (21/10).
Menurut Ladiyani, penerapan teknologi baru ini telah diuji coba dan terbukti memberikan peningkatan hasil panen secara nyata di lapangan.
Berdasarkan hasil evaluasi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta perguruan tinggi, terdapat lonjakan hasil panen yang signifikan per hektarnya.
"Dengan meningkatnya populasi, itu diharapkan produksinya meningkat, dan ini sudah dilakukan oleh teman-teman BRMP, itu peningkatan atau deltanya, delta peningkatan produksinya itu di atas 2 ton, bahkan ada yang 5 ton per hektarnya," tuturnya.