Namun, pengawasan tidak berhenti setelah tautan diturunkan. Sebab, menurut Christina, modus serupa dapat kembali muncul melalui tautan maupun akun lainnya. Kondisi tersebut membuat patroli terhadap iklan lowongan kerja fiktif harus dilakukan secara berkelanjutan.
"Tapi seperti teman-teman tahu, satu takedown, besok muncul lagi satu. Jadi memang ini harus terus-terusan, harus kontinu, kita tidak bisa berhenti," tegasnya.
Lebih lanjut, Christina mengingatkan masyarakat tidak mudah tergiur tawaran bekerja di luar negeri dengan prosedur mudah dan menjanjikan penghasilan besar. Menurutnya, tawaran semacam itu patut dicurigai karena bisa saja terlihat sindikat kejahatan di luar negeri.
"Kalau sesuatu yang terlihat terlalu mudah, nanti end up-nya bisa-bisa, di sindikatlah, di Myanmar, di Kamboja, seperti yang sering kita dengar, kita baca berulang-ulang di media massa," ujarnya.