Di lokasi panen raya perdana tersebut, luas pengolahan tanah mencapai 220 hektar dengan luas penanaman hingga 127 hektar. Pada lokasi tanam bagian selatan seluas 107 hektare, kebutuhan air tercatat 48.384 meter kubik dengan ketersediaan 52.410 meter kubik.

Sementara itu, pada lokasi bagian utara seluas 20 hektare, kebutuhan air mencapai 34.560 meter kubik dengan ketersediaan 805 meter kubik sehingga masih terdapat defisit yang perlu dipenuhi melalui sumber air alternatif.

Secara keseluruhan, pengembangan KSPEAN Wanam yang merupakan amanat Inpres 14 Tahun 2025 ini mencakup lahan seluas 10.000 hektare dengan karakteristik hidrotopografi yang berbeda, mulai dari lahan kering, semi-basah, hingga rawa. Kondisi tersebut membutuhkan sistem pengelolaan air yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing kawasan.