Untuk mendukung sistem tata air di KSPEAN Wanam tersebut, pembangunan jaringan irigasi rawa dan pengendalian banjir terus dilakukan Kementerian PU. Hingga 25 September 2026, realisasi pembangunan infrastruktur SDA mencapai sekitar 125,6 kilometer dari total target 179,1 kilometer.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air (SDA) menjadi salah satu kunci dalam mendukung keberlanjutan kegiatan pertanian di Papua Selatan. Selain memastikan air tersedia saat dibutuhkan, sistem tata air juga diperlukan untuk mengendalikan kelebihan air pada kawasan rawa sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
"Melalui pembangunan jaringan irigasi rawa, pengendalian banjir, serta penyiapan sumber air alternatif, Kementerian PU terus memperkuat dukungan infrastruktur untuk kawasan KSPEAN Wanam. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan lahan pertanian sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional," tutupnya.