NADIKABAR.COM — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mengingatkan kepada para siswa untuk tetap mengedepankan kemampuan berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial (AI) serta tidak menjadikannya sebagai jalan pintas semata untuk menyelesaikan tugas.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kemkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan bahwa AI sejatinya hanyalah alat bantu penunjang pembelajaran. AI tidak bisa dijadikan pengganti otak, nurani, maupun insting manusia.
"Kalau ada tugas jangan hanya meminta AI memberikan jawabannya langsung, kemudian langsung disalin. Tapi coba tanya, mengapa jawabannya seperti ini? Dan kita perlu meng-crosscheck kembali, jangan semata-mata bergantung pada satu sumber," kata Fifi dalam acara OJK Digiclass bagi pelajar Sekolah Rakyat di Jakarta, Selasa.
Fifi mengimbau agar para siswa membiasakan membandingkan informasi yang didapat dari AI dengan sumber yang teruji keabsahannya seperti pernyataan guru, profesor, maupun bacaan ilmiah.