"Kedaulatan tidak menuntut kita membuat chip, membangun setiap model AI, atau menutup pintu kolaborasi bagi teknologi asing, setidaknya sampai dengan hari ini. Tetapi kedaulatan menuntut agar pilihan-pilihan strategis tetap berada di tangan kita," jelasnya.
Untuk menjembatani celah tersebut, Kemkomdigi merujuk pada prinsip yang ditawarkan dalam World Development Report 2026, yakni Adopt, Adapt, Advance.
Melalui pendekatan ini, Indonesia dapat mengadopsi teknologi yang sudah ada, mengadaptasinya dengan kebutuhan dan kearifan lokal, untuk kemudian secara bertahap memajukan inovasi buatan sendiri.
"Dengan demikian, kolaborasi bukanlah lawan kedaulatan. Yang harus kita hindari adalah kolaborasi yang tidak membangun kapasitas dan menciptakan ketergantungan tanpa pilihan," tegas Mira.