NADIKABAR.COM β Direktur Aplikasi Pemerintah Digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) Yessi Arnaz Ferari mengungkapkan hasil tes pada sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) digital sebelum debut secara nasional, saat ini bisa diakses 600.000 Kepala Keluarga (KK) dalam satu hari.
Ada dua metode pengujian yang dijalankan yaitu stress test maupun load test dan keduanya tidak hanya berhenti di satu kali pengujian saja tapi secara rutin dilakukan bahkan setelah program diimplementasikan secara lebih luas.
"Sekarang kita sedang fine tuning lagi. Kita sedang coba memindahkan portal perlinsos sama SPLP (Sistem Penghubunga Layanan Pemerintah) ke goverment cloud baru. Itu spesifikasinya memang lebih bagus. Nah nanti minggu depan kita akan kembali lakukan stress test dan load test. Sehingga kita bisa dapatkan kembali angka yang maksimal," kata Yessi dalam acara Ngopi Bareng Kemkomdigi di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis.
Lebih lanjut, Yessi menjelaskan bahwa pengujian kapasitas ini krusial untuk menjaga pengalaman pengguna atau user experience saat mengakses layanan. Jika lonjakan pendaftar melebihi kapasitas maksimal, sistem dirancang untuk tidak mengalami down atau memunculkan kode error 404 maupun 504.
Sistem akan secara otomatis mendeteksi batas limit dan menampilkan peringatan agar warga mencoba kembali beberapa saat kemudian layaknya sistem antrean.
Kapasitas maksimal yang stabil menjadi perhatian utama mengingat portal Perlinsos ini dibangun melalui kolaborasi antar-kementerian dan lembaga, bukan dari satu alokasi anggaran yang didedikasikan secara khusus.
Lebih lanjut, Yessi menjelaskan pengujian sistem digital ini juga penting dilakukan berkala untuk menyamakan standar sistem dari masing-masing instansi lembaga dan kementerian sehingga pemerintah nantinya bisa mengetahui batasan dari sistem tersebut.
"Di awal saya sudah sampaikan bahwa karakteristik kementerian dan lembaga itu beda-beda. Tata kelola beda-beda, ketahanan sistemnya beda-beda, nah itu kan harus kita samain nih jangan sampai satu macet, satu tinggi, satu rendah, kan kita harus ngambil way out seperti apa nih," kata Yessi.
Yessi mengatakan setelah pilot project Perlinsos dilaksanakan hingga 28 Oktober 2026 tercatat sudah ada sebanyak data 15,7 juta Kepala Keluarga (KK) yang terdaftar di program ini atau setara 16,42 persen dari total target KK yang terdaftar di sistem tersebut pada saat dijalankan nasional.
Kemkomdigi juga mencatat rata-rata jumlah pendaftar harian di bulan Oktober 2026 ke layanan Perlinsos Digital mencapai 382 ribu KK per harinya. Targetnya Perlinsos Digital berlaku nasional pada 10 November 2026 dan diharapkan masyarakat yang terdaftar bisa mencapai 50 juta KK saat implementasi nasional dijalankan.
Sebelumnya, pada Kamis (10/9), Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan besarnya jumlah masyarakat yang akan menggunakan layanan Perlinsos Digital membuat kapasitas dan keamanan sistem menjadi salah satu prioritas utama pemerintah. Maka dari itu pengujian sistem secara digital dilakukan untuk memastikan sistem tersebut andal sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
βPelayanan harus andal, dan karena itu kita tahu ini menyangkut tadi kurang lebih angkanya 50 juta masyarakat yang kemungkinan secara bersamaan akan mengakses portal ini,β ujar Meutya usai Rapat Koordinasi Persiapan Rollout Nasional Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi Perlinsos di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Kamis.