Gabriel tinggal mengambil alih kendali komputer untuk memasukkan kartu kredit dan melakukan pembayaran.
Ketika pembayaran tiket pulang menampilkan error 502, Dots membantu memeriksa riwayat pemesanan dan email konfirmasi. Hasilnya, tiket ternyata sudah terbit dan Dots menyiapkan dokumen PDF untuk digunakan saat perjalanan.
Dots juga membantu Gabriel mencari kereta pulang lebih awal serta membatalkan tiket sebelumnya sesuai kebijakan operator.
Kemampuan serupa dimanfaatkan untuk mengurus klaim asuransi. Dots menemukan potongan klaim yang keliru, membantu menyusun email keberatan, dan memantau tindak lanjutnya. Perusahaan asuransi akhirnya mengakui kesalahan dan mengembalikan dana.
Dalam demonstrasi langsung, Gabriel memperlihatkan kemampuan Dots mengelola 35 email sebuah bisnis kombucha bernama Straits Culture. Ia meminta Dots membuat draf balasan berdasarkan dokumen Frequently Asked Questions (FAQ) dan Standard Operating Procedure (SOP) perusahaan.
Hasilnya, Dots mengidentifikasi 20 email yang dapat ditangani berdasarkan kebijakan, 10 email yang membutuhkan perhatian lebih lanjut, dan lima email tidak relevan.
Menariknya, Dots tidak membuat jawaban untuk email yang informasinya belum tersedia dalam FAQ dan SOP. Sebaliknya, AI tersebut menandainya agar diperiksa manusia.
Gabriel juga meminta Dots mengingatkannya untuk melengkapi informasi yang belum tersedia dalam dokumen perusahaan.
Menurutnya, Dots dapat dimanfaatkan untuk mencari email penting yang belum dibalas selama 90 hari terakhir.
Gabriel menjelaskan Dots memiliki tiga cara untuk bekerja, yakni melalui plugin yang terhubung ke aplikasi, komputer berbasis cloud, serta akses ke komputer pengguna apabila izin diberikan.