Dalam demonstrasi lainnya, Gabriel meminta Dots mengakses 145 foto di laptop melalui instruksi dari ponsel. AI tersebut kemudian mulai mengelompokkan foto dan membuat situs galeri untuk laporan internal.
Dots juga dapat membuat percakapan ChatGPT baru untuk mengerjakan tugas. Pengguna tetap bisa memantau dan memberikan instruksi tambahan.
Meski dapat bekerja proaktif, Gabriel menegaskan pengguna tetap memegang kendali atas tindakan penting, termasuk pembayaran.
"Saya sendiri yang memasukkan detail kartu kredit, melakukan pembayaran, dan memberikan otorisasi," tegasnya.
Pengguna juga dapat mengatur agar Dots meminta persetujuan sebelum mengirim email atau mengakses file tertentu.
Gabriel mengungkap bahwa pengguna ChatGPT Plus dan Pro dapat menghubungkan beberapa akun Gmail ke Dots. Ia sendiri menggunakan lima akun Gmail, meski tidak menyebutkan batas maksimalnya.
Mengenai privasi, pengguna paket personal dapat memilih agar datanya tidak digunakan untuk peningkatan model. Sementara itu, data pelanggan Business dan Enterprise tidak digunakan untuk melatih model secara default.
Gabriel mengatakan Dots masih dalam tahap early preview, termasuk pengembangan sistem memori yang membuat AI semakin memahami preferensi dan kebiasaan pengguna.
Dengan kemampuan tersebut, Dots diharapkan dapat mengurangi pekerjaan kecil yang menyita waktu, sehingga pengguna bisa lebih fokus pada aktivitas kreatif dan pekerjaan yang lebih penting.