Penelitian yang diterbitkan pada 2025 terhadap 445 orang dewasa muda berusia 21 sampai 30 tahun menemukan adanya hubungan antara durasi penggunaan layar dengan gejala mata kering. Dalam penelitian tersebut, rata-rata waktu penggunaan layar peserta mencapai sekitar 9,84 jam per hari.

Meski demikian, kondisi mata kering tidak hanya disebabkan oleh layar. Penggunaan lensa kontak, udara yang kering, asap, beberapa jenis obat, serta kondisi mata tertentu juga dapat meningkatkan risiko mata kering.

Bukan berarti layar langsung merusak mata

Keluhan setelah menatap layar dalam waktu lama sering membuat orang khawatir bahwa layar telah merusak mata secara permanen. Namun, American Academy of Ophthalmology menyebut penggunaan perangkat digital tidak menyebabkan kerusakan mata permanen hanya karena paparan layar.

Rasa tidak nyaman yang muncul lebih berkaitan dengan penggunaan layar dalam waktu lama, berkurangnya frekuensi berkedip, jarak pandang, pencahayaan, silau, serta masalah penglihatan yang belum dikoreksi.

Karena itu, mengatur kebiasaan saat menggunakan perangkat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi keluhan.

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan ketika harus bekerja atau belajar dalam waktu lama di depan layar.