NADIKABAR.COM — Penggunaan ponsel, laptop, tablet, hingga komputer sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Namun, terlalu lama menatap layar sering membuat mata terasa kering, perih, panas, berair, atau seperti ada sesuatu yang mengganjal.

Keluhan tersebut termasuk gejala yang dapat muncul akibat digital eye strain atau kelelahan mata digital. Salah satu penyebab utamanya bukan semata-mata cahaya dari layar, melainkan kebiasaan mata yang lebih jarang berkedip ketika seseorang sedang fokus membaca atau melihat layar dalam waktu lama.

Lantas, kenapa mata bisa menjadi kering setelah lama menatap layar? Ini penjelasannya.

Ketika seseorang berkonsentrasi melihat layar, frekuensi berkedip biasanya menurun. Padahal, kedipan berperan penting untuk menyebarkan lapisan air mata ke permukaan mata sehingga tetap lembap.

American Academy of Ophthalmology menyebutkan bahwa orang biasanya berkedip sekitar 15 kali per menit. Ketika menatap layar atau melakukan aktivitas melihat dekat, frekuensi tersebut dapat berkurang hingga sekitar setengahnya. Kondisi ini membuat permukaan mata lebih mudah kehilangan kelembapan.

NIH juga menjelaskan bahwa terlalu jarang berkedip saat membaca atau bekerja di depan komputer dapat menyebabkan mata menjadi kering dan tidak nyaman.

Paparan layar yang lama bisa memperparah keluhan

Semakin lama seseorang menggunakan perangkat digital, semakin besar pula kemungkinan munculnya gejala kelelahan mata digital. Keluhannya tidak hanya berupa mata kering, tetapi juga dapat berupa mata lelah, pandangan kabur, sakit kepala, serta nyeri pada leher dan bahu.

Penelitian yang diterbitkan pada 2025 terhadap 445 orang dewasa muda berusia 21 sampai 30 tahun menemukan adanya hubungan antara durasi penggunaan layar dengan gejala mata kering. Dalam penelitian tersebut, rata-rata waktu penggunaan layar peserta mencapai sekitar 9,84 jam per hari.

Meski demikian, kondisi mata kering tidak hanya disebabkan oleh layar. Penggunaan lensa kontak, udara yang kering, asap, beberapa jenis obat, serta kondisi mata tertentu juga dapat meningkatkan risiko mata kering.

Bukan berarti layar langsung merusak mata

Keluhan setelah menatap layar dalam waktu lama sering membuat orang khawatir bahwa layar telah merusak mata secara permanen. Namun, American Academy of Ophthalmology menyebut penggunaan perangkat digital tidak menyebabkan kerusakan mata permanen hanya karena paparan layar.

Rasa tidak nyaman yang muncul lebih berkaitan dengan penggunaan layar dalam waktu lama, berkurangnya frekuensi berkedip, jarak pandang, pencahayaan, silau, serta masalah penglihatan yang belum dikoreksi.

Karena itu, mengatur kebiasaan saat menggunakan perangkat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi keluhan.

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan ketika harus bekerja atau belajar dalam waktu lama di depan layar.

Cobalah lebih sadar untuk berkedip ketika sedang membaca atau bekerja. Kedipan membantu menjaga permukaan mata tetap lembap.

Setiap 20 menit, alihkan pandangan dari layar selama sekitar 20 detik dan lihat benda yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter. Cara ini dapat membantu mengurangi ketegangan mata akibat melihat layar terus-menerus.

Layar sebaiknya tidak terlalu dekat dengan mata. American Academy of Ophthalmology menyarankan jarak sekitar satu lengan dari layar dan posisi layar sedikit lebih rendah dari ketinggian mata.

Pantulan cahaya dari lampu atau jendela dapat membuat mata bekerja lebih keras. Atur posisi perangkat dan pencahayaan ruangan agar layar tidak terlalu menyilaukan.

5. Jangan abaikan keluhan yang terus muncul

Jika mata kering, perih, merah, pandangan kabur, atau terasa tidak nyaman terus berulang meski penggunaan layar sudah dikurangi, pemeriksaan mata dapat dilakukan untuk mengetahui penyebabnya. Mata kering dapat memiliki berbagai penyebab sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Dengan demikian, mata kering setelah lama menatap layar lebih sering berkaitan dengan berkurangnya kedipan dan lamanya aktivitas melihat dekat. Mengatur waktu penggunaan perangkat, memberi jeda secara berkala, dan menjaga kebiasaan berkedip dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman.