NADIKABAR.COM — Rentang fokus atau rentang perhatian (attention span) adalah durasi saat seseorang mampu berkonsentrasi pada satu aktivitas sebelum dirinya terdistraksi. Sementara, distraksi yang kini kerap ditemukan berkaitan dengan penggunaan gawai yang semakin masif dari berbagai kalangan usia.

Dr Gloria Mark, pakar informatika dari University of California, dalam wawancaranya bersama American Psychological Association pada 2023 lalu mengungkapkan, ia telah menghitung rentang perhatian orang-orang pada 2004 dan berlanjut hingga 2012. Hasilnya, terdapat penurunan waktu rentang perhatian yang signifikan.

Pada 2004, Mark mengukur waktu menggunakan stopwatch dan tercatat rentang perhatian rata-rata pada layar adalah 2,5 menit. Seiring berjalannya waktu, rentang perhatian tersebut menjadi lebih pendek. Pada 2012, Mark mengungkap rentang perhatian rata-rata orang-orang menjadi 75 detik.

Pada sesi wawancara ini, Mark juga menjelaskan bahwa menurunnya rentang perhatian bukan merupakan hal yang baik. Hal ini dapat menjadi penanda apabila seseorang sedang stres bahkan sebagai akibat dari multitasking.

Kebalikan dari rentang fokus yang pendek adalah kondisi yang dinamakan flow, di mana seseorang akan fokus dengan suatu hal sehingga waktu seolah tidak penting. Biasanya pada kondisi ini, seseorang dapat melakukan tugas atau aktivitas yang memang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Dr Gloria Mark juga menekan kekhawatirannya terhadap rentang konsentrasi pada anak-anak di era modern yang menghabiskan banyak waktu di depan layar. Ia menyebut anak-anak bisa saja berpikir menghabiskan banyak waktu dengan layar merupakan perilaku yang normal.

"Ternyata, anak-anak yang berusia dua hingga empat tahun sudah rata-rata menghabiskan dua setengah jam sehari di depan layar. (...) Anak-anak lebih mudah teralihkan, ketika mereka teralihkan dibutuhkan waktu yang lebih lama untuk kembali fokus," jelas Mark dikutip dari laman APA

Lebih baik bagi anak-anak untuk melakukan aktivitas yang tidak menggunakan layar. Hal ini dapat membantu anak untuk belajar fokus. Sedangkan, orang dewasa dapat memastikan kondisi mental dan fisik yang prima, salah satunya dengan memastikan tidur malam yang cukup.

Rata-rata waktu yang disarankan bagi orang dewasa untuk tidur adalah 8 jam setiap malam. Namun, apabila 8 jam ini tidak terpenuhi, maka akan diperoleh utang tidur.

Semakin besar utang tidur, semakin pendek pula rentang perhatian yang dimiliki seseorang. Keadaan ini menuntun pada ketidakmampuan seseorang untuk fokus dan melakukan pekerjaan berat.

"Kami menemukan bahwa mereka cenderung melakukan aktivitas yang lebih ringan seperti bermedia sosial. Mereka tidak memiliki sumber daya untuk dapat fokus dan melakukan pekerjaan berat, jadi mereka melakukan apa yang mudah berdasarkan jumlah sumber daya yang mereka miliki." jelas Mark.

Untuk meningkatkan rentang perhatian dan menjaga performa sehari-hari tetap optimal, berikut tiga tips yang bisa diterapkan, seperti dikutip dari University of Rochester Medical Center.

Otak memiliki peluang untuk membuat seseorang tidak hanya fokus terhadap satu hal. Kemampuan ini seperti pedang bermata dua, selain dapat meningkatkan kewaspadaan, juga dapat membuat seseorang rentan terhadap gangguan kecil di sekitarnya.

"Oleh karena itu cara terbaik untuk menghindari seringnya pergeseran fokus perhatian adalah dengan menghilangkan hal-hal yang berpotensi mengganggu," saran Ian Fiebelkorn, seorang pakar dari University of Rochester Medical Center.

Ketika berkonsentrasi secara terus-menerus maka otak akan lelah. Untuk mencegah hal tersebut, diperlukan istirahat yang dijadwalkan di sela pekerjaan atau aktivitas lain. Ini dilakukan untuk memberikan kesempatan bagi otak untuk 'bernapas'.

Melakukan sesuatu secara multitasking merupakan hal yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, tetapi melakukan banyak hal secara bersamaan berpotensi mengurangi kualitas tugas. Untuk tugas-tugas penting, lebih baik diselesaikan dengan fokus penuh sebelum mengerjakan tugas lainnya.

Meski telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan cukup sulit untuk diperbaiki, menjaga rentang perhatian adalah investasi terbaik untuk produktivitas dan kesejahteraan mental di era digital.

Penulis adalah peserta MagangHub Kemnaker di NadiKabar.com.