"Perbedaan kecil pada kondisi awal atmosfer berpotensi menghasilkan prakiraan cuaca yang berbeda," kata BMKG.
Kondisi ini dapat dianalogikan seperti dua bola yang jika ditendang dari posisi yang sama ke arah yang berbeda, satu ke kanan dan yang lain ke kiri, posisi akhirnya juga akan jauh berbeda seiring bolanya semakin menjauh dari posisi awal.
Hal tersebut juga berlaku pada dinamika atmosfer. Meski kondisi awal atmosfer menunjukan tanda-tanda cuaca akan cerah atau hanya berawan, bisa jadi seiring waktu berjalan terjadi perubahan yang membuat wilayah tersebut mengalami hujan.
Selain itu, infografis prakiraan cuaca BMKG hanya akan menampilkan cuaca paling signifikan di suatu wilayah.