"Seluruh fungsi dukungan manajemen, mulai dari sumber daya manusia, anggaran, organisasi, hukum, komunikasi, hingga pengelolaan aset internal, harus diarahkan untuk memastikan prioritas kerja Kementerian Keuangan terlaksana dengan baik," beber Suahasil.
Lalu, untuk Direktur Jenderal Perbendaharaan yang baru, Tri Budhianto, Suahasil meminta untuk transformasi menuju modern treasury operations.
Suahasil menilai perlu mendapatkan penguatan bukan saja dalam hal pelaksanaan anggaran, tetapi dalam hal penyusunan anggaran, penganggaran kementerian dan lembaga. Dengan pengalaman Tri selama ini dapat membuat pemahaman antara penganggaran dan pelaksanaan anggaran harusnya menjadi lebih tersambung.
"Dirjen Perbendaharaan harus terus berinovasi melalui digitalisasi. Dirjen Perbendaharaan yang sebelumnya yaitu Pak Prima telah mengatakan bahwa backbone dari transformasi Direktorat Jenderal Perbendaharaan adalah digitalisasi. Saya minta ini diteruskan, dengan memperkuat tata kelola, penguatan proses bisnis, dan kemudian pengembangan dari modern treasury operations," terangnya.
Suahasil menyoroti mekanisme sistem pembayaran secara langsung, termasuk dalam program perlindungan sosial, pembayaran gaji pegawai negeri, hingga pensiunan. Dengan begitu, pelaksanaan APBN akan makin efisien dan pemanfaatannya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat.
"Termasuk di dalamnya adalah pembayaran perlindungan sosial yang langsung ke rekening masing-masing, pembayaran gaji pegawai negeri, dan juga pada saatnya nanti seyogyanya pembayaran dari pensiun juga connect langsung kepada rekening seluruh pensiunan secara langsung dari Kas Umum Negara," imbuh ia.