Sementara, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan yang kini diemban oleh Nufransa Wira Sakti, Suahasil meminta agar mempertegas lagi kehadiran negara, kehadiran negara di dalam masyarakat yang diwakili oleh kehadiran APBN dan APBD secara bersama-sama.

Suahasil menekankan APBN dan APBD menjadi satu kesatuan kehadiran negara di seluruh wilayah Indonesia yang melayani seluruh rakyat di Indonesia. Manfaat belanja pemerintah harus dilihat secara utuh, baik melalui transfer maupun belanja APBD, maupun belanja langsung dari pemerintah pusat yang berlangsung di daerah-daerah di seluruh Indonesia.

"Terus perbaiki desain transfer, desain dan tata kelola serta proses bisnis transfer, dan tentunya cara kerja internal DJPK agar desentralisasi fiskal semakin efektif mendukung pemerataan pembangunan," jelasnya.

Lalu, kepada kedua Staf Ahli Menteri Keuangan yang baru dilantik, Suahasil menyampaikan posisi tersebut bukan sekadar jabatan pelengkap di dalam struktur organisasi. Menurutnya, posisi tersebut mempunyai peran strategis mendukung pengambilan keputusan oleh Menteri Keuangan.

"Staf Ahli Menteri Keuangan harus bisa berkomunikasi dengan semua unit Kementerian Keuangan, semua unit Eselon I Kementerian Keuangan, dan mampu melakukan connecting the dots atas berbagai isu strategis di Kementerian Keuangan," jelasnya.

1. Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal2. Tri Budhianto sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan3. Nufransa Wira Sakti sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan4. Neilmaldrin Noor sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak4. Hidayat Amir sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional