Chant, koreografi, dan jersey juga bukan sekadar aksesori atau hiburan. Ketiganya menjadi cara suporter mengekspresikan loyalitas sekaligus identitas mereka. Peneliti menyimpulkan bahwa identitas nasional membangun narasi moral sekaligus hubungan emosional dalam budaya sepakbola Indonesia.

Semakin seseorang merasa terhubung dengan sebuah tim, semakin besar kemungkinan hasil pertandingan tersebut memengaruhi emosinya. Wann menjelaskan bahwa team identification pada dasarnya adalah seberapa jauh seorang penggemar merasa memiliki hubungan psikologis dengan tim.

"Seberapa sentral tim tersebut dan menjadi penggemarnya terhadap diri atau identitas sosial mereka," ujarnya.

Menurut Wann, berbagai penelitian menunjukkan bahwa penggemar dengan identifikasi yang kuat terhadap sebuah tim dapat memiliki tingkat kesepian dan isolasi sosial yang lebih rendah serta rasa memiliki dan harga diri yang lebih tinggi.

Namun, yang memberikan manfaat bukan sekadar mengetahui nama klub atau rutin menonton pertandingan. Yang penting adalah rasa menjadi bagian dari kelompok.

Ketika seseorang mengenakan jersey Timnas, misalnya, ia secara tidak langsung menunjukkan identitas yang sama dengan orang-orang lain yang mengenakan jersey tersebut. Hal serupa terjadi ketika ribuan orang menyanyikan chant yang sama di stadion atau ketika jutaan orang menggunakan simbol dan istilah yang sama di media sosial.

Ketika seseorang sudah merasa menjadi bagian dari kelompok, keberhasilan kelompok tersebut juga dapat dirasakan sebagai sesuatu yang juga menyangkut dirinya. Itulah sebabnya kemenangan Timnas dapat memunculkan rasa bangga yang jauh lebih besar daripada sekadar mengetahui hasil sebuah pertandingan.