Amran membeberkan kunci pengendalian inflasi berada pada kemampuan pemerintah mengelola keseimbangan kepentingan petani sebagai produsen sekaligus melindungi konsumen dari gejolak harga pangan yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat luas Indonesia.
Menurut dia, produsen dan konsumen harus mendapatkan perhatian agar ekosistem pangan berjalan sehat karena surplus komoditas tidak boleh terganggu akibat praktik yang merugikan pelaku usaha kecil maupun masyarakat sebagai pembeli.
Amran mengatakan pemerintah terus menjaga harga pangan melalui berbagai intervensi termasuk operasi pasar beras yang dilakukan untuk menyeimbangkan kondisi hulu dan hilir sehingga petani tetap memperoleh keuntungan serta konsumen terlindungi.
"Makanya operasi pasar, karena beras kita banyak. Saya sudah minta Bulog melakukan operasi pasar," ujar Amran.
Operasi pasar tidak hanya dilaksanakan untuk menggelontorkan beras medium, tetapi juga beras premium ke pasaran. Untuk mendukung langkah tersebut, stok beras komersial di Perum Bulog diperkuat secara signifikan dalam sebulan terakhir.
Dalam laporan Bapanas, per 14 Oktober stok beras komersial Bulog mencapai 15,88 ribu ton. Jumlah tersebut meningkat 120,25 persen dibandingkan sebulan sebelumnya yang masih berada di kisaran 7,21 ribu ton.
Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam bentuk beras kualitas medium di Bulog dipastikan sangat memadai. Penyaluran CBP dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) kepada masyarakat terus dilakukan, termasuk melalui program bantuan pangan beras.