Untuk menjaga stabilitas harga beras hingga akhir tahun, Bapanas memberikan penugasan tambahan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras kepada Bulog sebanyak 74,18 ribu ton dari sisa anggaran yang tersedia.

Realisasi penyaluran SPHP tambahan sejak awal Oktober hingga 14 Oktober telah mencapai 52 ribu ton atau 70,19 persen. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekosongan stok SPHP di pasaran setelah penugasan sebelumnya sebanyak 828 ribu ton selesai direalisasikan pada 23 September.

Selain itu, program bantuan pangan beras tahap ketiga periode Oktober, November, dan Desember kepada 33,24 juta penerima juga sedang berjalan. Target penyaluran diperkirakan dimulai Oktober dengan kebutuhan CBP mencapai 997 ribu ton.

Untuk menjaga stabilitas produk ternak unggas, pemerintah melakukan intervensi sejak tingkat hulu dengan menyasar peternak unggas. Salah satunya melalui pelaksanaan program SPHP jagung pakan.

Amran telah menginstruksikan Perum Bulog terus melayani kebutuhan jagung pakan bagi peternak unggas dengan harga lebih ekonomis. Alokasi SPHP jagung pakan juga direncanakan ditambah sebanyak 150 ribu ton.

Surplus daging ayam ras tetap harus dijaga secara proporsional dengan memastikan keseimbangan harga dari hulu hingga hilir. Intervensi di hilir melalui subsidi biaya angkut juga diiringi penguatan sektor hulu bagi peternak unggas.