NADIKABAR.COM — Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan strategi menjaga inflasi melalui stabilitas pangan dengan memastikan keseimbangan harga komoditas dari tingkat produsen hingga konsumen agar ekonomi nasional tetap berjalan stabil.
Amran menyebut inflasi Indonesia pada September 2026 berada di level 3,28 persen dan masih terkendali dibandingkan sejumlah negara sahabat yang mengalami tekanan inflasi lebih tinggi akibat berbagai faktor ekonomi global.
"Inflasinya negara sahabat kemarin kan baru berkunjung, Arab Mesir, 12 persen inflasinya. Jadi kita bersyukur, Indonesia inflasi kita masih 3,28 persen dan terkendali," kata Amran terkonfirmasi di Jakarta pada Sabtu.
Menurut Amran, pengendalian pangan menjadi kunci menjaga inflasi tetap terkendali, terutama pada komoditas strategis seperti beras, telur, dan daging ayam ras yang berpengaruh terhadap daya beli masyarakat serta kondisi ekonomi.
Amran menjelaskan, pemerintah menjaga stabilitas pangan dengan mengatasi anomali pada dua sisi ekosistem pangan, yakni produsen di hulu dan konsumen di hilir melalui kebijakan produksi dan distribusi agar harga wajar.
Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan produksi, operasi pasar, serta intervensi distribusi untuk memastikan pasokan pangan tersedia dan harga tetap terjangkau bagi masyarakat secara merata di berbagai wilayah Indonesia dari pusat.
Ia menegaskan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan upaya kolaboratif menjaga inflasi melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah tanpa terkecuali demi menciptakan stabilitas ekonomi serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Amran membeberkan kunci pengendalian inflasi berada pada kemampuan pemerintah mengelola keseimbangan kepentingan petani sebagai produsen sekaligus melindungi konsumen dari gejolak harga pangan yang dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat luas Indonesia.
Menurut dia, produsen dan konsumen harus mendapatkan perhatian agar ekosistem pangan berjalan sehat karena surplus komoditas tidak boleh terganggu akibat praktik yang merugikan pelaku usaha kecil maupun masyarakat sebagai pembeli.
Amran mengatakan pemerintah terus menjaga harga pangan melalui berbagai intervensi termasuk operasi pasar beras yang dilakukan untuk menyeimbangkan kondisi hulu dan hilir sehingga petani tetap memperoleh keuntungan serta konsumen terlindungi.
"Makanya operasi pasar, karena beras kita banyak. Saya sudah minta Bulog melakukan operasi pasar," ujar Amran.
Operasi pasar tidak hanya dilaksanakan untuk menggelontorkan beras medium, tetapi juga beras premium ke pasaran. Untuk mendukung langkah tersebut, stok beras komersial di Perum Bulog diperkuat secara signifikan dalam sebulan terakhir.
Dalam laporan Bapanas, per 14 Oktober stok beras komersial Bulog mencapai 15,88 ribu ton. Jumlah tersebut meningkat 120,25 persen dibandingkan sebulan sebelumnya yang masih berada di kisaran 7,21 ribu ton.
Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam bentuk beras kualitas medium di Bulog dipastikan sangat memadai. Penyaluran CBP dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) kepada masyarakat terus dilakukan, termasuk melalui program bantuan pangan beras.
Untuk menjaga stabilitas harga beras hingga akhir tahun, Bapanas memberikan penugasan tambahan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras kepada Bulog sebanyak 74,18 ribu ton dari sisa anggaran yang tersedia.
Realisasi penyaluran SPHP tambahan sejak awal Oktober hingga 14 Oktober telah mencapai 52 ribu ton atau 70,19 persen. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekosongan stok SPHP di pasaran setelah penugasan sebelumnya sebanyak 828 ribu ton selesai direalisasikan pada 23 September.
Selain itu, program bantuan pangan beras tahap ketiga periode Oktober, November, dan Desember kepada 33,24 juta penerima juga sedang berjalan. Target penyaluran diperkirakan dimulai Oktober dengan kebutuhan CBP mencapai 997 ribu ton.
Untuk menjaga stabilitas produk ternak unggas, pemerintah melakukan intervensi sejak tingkat hulu dengan menyasar peternak unggas. Salah satunya melalui pelaksanaan program SPHP jagung pakan.
Amran telah menginstruksikan Perum Bulog terus melayani kebutuhan jagung pakan bagi peternak unggas dengan harga lebih ekonomis. Alokasi SPHP jagung pakan juga direncanakan ditambah sebanyak 150 ribu ton.
Surplus daging ayam ras tetap harus dijaga secara proporsional dengan memastikan keseimbangan harga dari hulu hingga hilir. Intervensi di hilir melalui subsidi biaya angkut juga diiringi penguatan sektor hulu bagi peternak unggas.