Meski demikian, TV tersebut tetap menggunakan sistem operasi Android TV. Yang berubah hanya antarmuka dan sejumlah layanan bawaannya, bukan menjadi perangkat Apple dengan sistem operasi tvOS.

Tak ingin hasil eksperimennya hanya dinikmati sendiri, Gathin membagikan proyek tersebut secara gratis melalui GitHub dengan nama tv-vibehack. Proyek open-source ini menyediakan kode sumber, petunjuk pemasangan, serta skrip untuk memulihkan pengaturan sebelumnya.

Launcher tersebut dirancang ringan, bahkan untuk perangkat Android TV dengan RAM 1 GB. Proses modifikasinya juga tidak memerlukan akses root ataupun pemasangan firmware khusus.

Berdasarkan dokumentasi GitHub, proyek ini dapat dicoba pada berbagai perangkat Android TV dan Google TV, termasuk Xiaomi, TCL, Sony, dan Hisense. Namun, kompatibilitasnya bergantung pada model dan versi perangkat lunak.

Perubahannya juga dirancang agar dapat dibatalkan. Kendati demikian, pengguna tetap perlu berhati-hati karena menonaktifkan aplikasi sistem yang salah berpotensi mengganggu fungsi televisi.