Tapi di 2010-an, Nokia mulai terganggu dengan inovasi iPhone dan deretan smartphone Android. Salah satu faktor yang dinilai berperan dalam kejatuhan Nokia adalah mengenai inovasi software yang stagnan.
"Nokia inovatif dalam perangkat keras dan merupakan kekuatan dominan di awal pasar smartphone. Namun Apple dan kemudian Android, melihat nilai software. Teknologi layar sentuh Apple mengubah cara orang memakai ponsel dan App Store-nya mudah digunakan. Mungkin Nokia kurang urgensi. Di awal era iPhone, penurunan pangsa pasar global terjadi bertahap dan tak tiba-tiba," sebut BBC.
"Nokia pada dasarnya perusahaan hardware, bukan perusahaan software. Dengan kata lain, insinyurnya ahli membuat perangkat fisik, tapi bukan program yang membuat perangkatnya berfungsi. Pada akhirnya, perusahaan ini sangat meremehkan pentingnya software, termasuk aplikasi yang berjalan di smartphone, terhadap pengalaman menggunakan ponsel," sebut New Yorker yang dikutip NadiKabar.