Proses pengembangan ponsel Nokia telah lama didominasi oleh para engineer hardware dan para ahli software terpinggirkan. Sebaliknya, para eksekutif di Apple melihat perangkat keras dan perangkat lunak sama pentingnya, sehingga konsumen merasakan user experience yang baik.
Selain itu, Nokia mungkin terlalu percaya diri akan tetap berada di atas. Wajar saja, mereka terlena karena sudah berjaya sekian lama sehingga kurang waspada.
"Nokia melebih-lebihkan kekuatan mereknya, dan percaya bahwa meskipun terlambat memasuki pasar smartphone, mereka akan mampu mengejar ketertinggalan dengan cepat. Bahkan, lama setelah iPhone dirilis, Nokia terus bersikeras bahwa desain hardware yang unggul akan memikat pengguna," tambah New Yorker.