Menurut Indra, Burgundy juga menarik karena menjadi salah satu warna bernuansa merah yang hadir di lini iPhone Pro.

"Ini adalah iPhone Pro model pertama yang punya varian warna 'merah'. Bukan Product (RED), tapi tetap merah," ujarnya.

Dari sisi kamera, Indra menilai bukaan besar membantu pengambilan gambar dalam kondisi minim cahaya. Ia juga menyukai makin banyaknya kontrol kamera seperti variable aperture, histogram dan white balance.

"Tahun ini memang dari bentuk nggak jauh beda dari tahun lalu, karena improvement tahun ini lebih fokus ke kamera yang lebih pro dan chipset A20 Pro," katanya.

Fransisco A Scesko mengaku antusias karena Burgundy memberikan karakter berbeda dibandingkan warna iPhone Pro sebelumnya.

"Excited banget soalnya ini iPhone Pro Series pertama Apple yang warnanya merah. Terus warna Burgundy-nya mewah," kata pria yang kerap disapa Fransis ini.

Namun perhatian utamanya justru tertuju pada variable aperture. Ia menilai fitur tersebut mungkin tidak terlalu penting bagi pengguna umum, tetapi bisa sangat berguna bagi fotografer dan videografer.

"Misalnya saat foto grup, kita bisa pakai aperture f/4 supaya depth of field lebih dalam, jadi orang yang di depan sampai belakang bisa lebih banyak yang tetap fokus," jelas pemilik akun Instagram @scefsko.

Dalam perekaman video, aperture juga dapat digunakan untuk mengontrol cahaya tanpa harus terlalu banyak mengubah shutter speed.

"Misalnya saat shooting outdoor, bisa pakai f/4 untuk mengurangi cahaya tanpa harus mengubah shutter speed, jadi motion blur tetap natural," lanjutnya.

Bagi Effendy, Burgundy memberikan nuansa familiar karena mengingatkannya pada Deep Blue di iPhone 17 Pro Max.