"Burgundy ini vibes-nya mirip sama Deep Blue iPhone 17 Pro Max aku. Sama-sama punya warna gelap, kalem, tapi tetap kelihatan elegan," ujarnya.

Ia menemukan satu manfaat menarik dari variable aperture. Ketika aperture diatur ke f/4, efek flare dalam kondisi tertentu bisa dikurangi.

Effendy juga mencatat beberapa perubahan fisik. Modul kamera iPhone 18 Pro Max menurutnya sedikit lebih tebal, sementara logo Apple di belakang terlihat lebih matte dan posisinya sedikit lebih tinggi.

Meski demikian, ia menilai peningkatan generasi tahun ini kemungkinan tidak langsung terasa bagi semua orang.

"Buat pengguna umum mungkin nggak bakal terlalu berasa perubahannya. Tapi buat yang cukup ngerti kamera atau mungkin konten kreator, sepertinya bisa notice perbedaannya," katanya.

Kesan pertama Ibro Kumar terhadap Burgundy adalah warnanya ternyata lebih gelap dibandingkan yang ia bayangkan.

"Ternyata warnanya lebih gelap dari yang saya kira. Berasa lebih elegan, cocok buat event atau acara formal," ujar Ibro.

Ia juga sangat antusias dengan fitur variable aperture. Menurutnya, fitur tersebut membuka lebih banyak ruang eksplorasi bagi pengguna yang serius dengan fotografi.

"Aperture variable ini meng-unlock kemampuan fotografinya. Buat orang yang suka foto-foto ini berasa angin surga karena bakal ngasih kesempatan buat explore lebih jauh," katanya.

Ibro memperkirakan peningkatan kamera tersebut bakal dimanfaatkan fotografer dan content creator untuk membuat karya yang semakin ekstrem.

"Lihat aja habis ini para fotografer dan kreator bakal makin bikin konten yang nggak masuk akal dari kemampuan kamera iPhone 18 Pro ini," pungkasnya.