Di Reel, beberapa bulan lalu saya membeli seblak secara daring di Surabaya. Bukan karena iklannya bagus. Justru karena pemiliknya muncul di Reel dengan daster, wajah lelah, sambil berkata, "Rek, hari ini dagangan gak habis, bantuin ya."

Video itu ditonton 200 ribu kali. Komentar penuh doa. Dagangannya ludes.

Di saat yang sama, saya melihat akun Instagram resmi sebuah institusi. Desain kontennya sempurna. Jasnya rapi. Captionnya normatif: "Kami berkomitmen." Namun likes-nya hanya 12.