Lepasnya KFC AS dinilai bisa menjadi kemunduran bagi PepsiCo, yang tengah berupaya memperbaiki penjualan soda di negara tersebut. Di saat yang sama, bisnis camilan PepsiCo tertekan harga tinggi dan pergeseran konsumen ke produk yang lebih sehat.
Kenaikan biaya juga menambah kekhawatiran CEO PepsiCo Ramon Laguarta, yang awal bulan ini menyebut pemulihan pertumbuhan dan margin memakan waktu lebih lama dari rencana.
PepsiCo juga tengah disorot investor aktivis Elliott Investment Management. Elliott, yang mengungkap kepemilikan sahamnya tahun lalu, meminta PepsiCo menjual aset berkinerja buruk dan memperbaiki kinerja di Amerika Utara.
Jay Woods, kepala strategi pasar Freedom Capital Markets, perusahaan yang memegang saham Coca-Cola, menilai peralihan ini menjadi sinyal buruk bagi PepsiCo.