β€œKan kembalinya, sumber daya manusianya kembali untuk Indonesia lagi,” ujar dia.

Sebelumnya, Wapres Gibran telah mendorong santri untuk menguasai teknologi kecerdasan buatan dan robotika agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu mengembangkan inovasi untuk menjawab tantangan zaman.

β€œKita ingin ke depan, para santri ini juga akan dapat menjawab tantangan zaman. Jadi, kita berpacu, jangan sampai ketinggalan dengan negara lain,” kata dia.

Ia mengatakan kesempatan mempelajari teknologi masa depan harus terbuka bagi seluruh generasi muda, termasuk santri, agar mereka mampu berperan dalam pengembangan teknologi.

Menurut dia, pembelajaran AI dan robotika tidak semata-mata bertujuan membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, berpikir komputasional, dan memecahkan masalah.