Kombinasi ini berhasil karena protein dan lemak memperlambat pencernaan, sementara serat membantu mencegah lonjakan dan penurunan kadar gula darah yang cepat. Sehingga tubuh dapat menghasilkan energi yang lebih stabil daripada penurunan di tengah sore hari.
Jika terpaksa untuk melewatkan waktu makan, Amer menjelaskan kadar gula darah pasti akan turun dan menyebabkan kelelahan, mudah tersinggung, dan konsentrasi yang buruk.
Maka dari itu, pada jam makan siang dia merekomendasikan untuk mengonsumsi semangkuk biji-bijian dengan quinoa, sayuran panggang, salmon atau ayam, dan sedikit minyak zaitun. Pilihan lain yang ia sukai adalah salad yang mengenyangkan dengan kacang-kacangan, alpukat, dan crouton gandum utuh.
Ahli diet terdaftar, konsultan nutrisi olahraga, dan penulis buku The Sports Nutrition Playbook Amy Goodson, RD, LD mengatakan jika ingin membangun makanan yang seimbang sempurna terasa tidak realistis, memprioritaskan protein adalah langkah sederhana untuk memulai.
Konsumsilah sekitar 30 gram protein berkualitas tinggi seperti daging sapi tanpa lemak, produk susu, dan telur pada setiap makan sepanjang hari, terutama saat sarapan untuk mengakhiri puasa malam dan memberi energi pada otot.
Goodson menyebut sebuah studi telah menemukan bahwa makanan dengan protein lebih tinggi dapat membantu menstabilkan gula darah, yang dapat mengurangi kelelahan.
Kiat lain yang dapat dilakukan untuk mencegah penurunan energi yakni dengan memakan camilan seperti yogurt dengan beri, keju dengan kerupuk gandum utuh atau dendeng sapi dan buah-buahan agar energi tetap stabil.