Karbohidrat yang kaya serat dan minim pemrosesan cenderung menghasilkan respons gula darah yang lebih bertahap dibandingkan gula sederhana, seperti gula pasir dan madu, atau karbohidrat olahan, seperti roti putih dan sereal tinggi gula.
“Karbohidrat dicerna lebih lambat ketika mengandung serat atau protein. Hal ini membuat Anda merasa kenyang lebih lama dan membantu mengelola kadar glukosa darah,” kata Toby Smithson, RDN, CDCES, ahli gizi terdaftar sekaligus manajer senior bidang nutrisi dan kebugaran di American Diabetes Association.
Smithson mengatakan karbohidrat berkualitas terdapat dalam sayuran, kacang-kacangan, lentil, buah-buahan, biji-bijian utuh, susu, dan yoghurt.
Meskipun komposisi makanan di piring sudah seimbang, urutan mengonsumsi makanan juga dapat memengaruhi respons gula darah.
“Jika ingin mencoba perubahan perilaku yang sederhana, makanlah sayuran dan protein di piring terlebih dahulu sebelum beralih ke makanan yang kaya karbohidrat,” kata Melissa Jaeger, RD, LD, ahli gizi sekaligus kepala bidang nutrisi di MyFitnessPal.
Terapkan metode “Piring Diabetes” (Diabetes Plate), yang membagi porsi makanan menjadi beberapa bagian. Dalam metode Piring Diabetes, Smithson menyarankan setengah piring sayuran non-tepung, seperti sayuran berdaun hijau, brokoli, paprika, wortel, atau tomat.