Kemudian, seperempat piring protein rendah lemak, seperti ikan, ayam, telur, keju, kacang-kacangan, serta daging sapi dan babi tanpa banyak lemak, serta seperempat piring karbohidrat berkualitas, seperti kentang, jagung, buah-buahan, biji-bijian utuh, susu, dan yoghurt.
Kombinasi tersebut dapat “memperlambat proses pencernaan dan pelepasan glukosa ke dalam aliran darah setelah makan, sehingga berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah”.
Selain itu, minuman yang dikonsumsi bersama makanan juga dapat memengaruhi kadar gula darah. Tung menyarankan salah satu cara terbaik untuk mendukung kadar gula darah yang sehat adalah membatasi minuman yang mengandung gula tambahan, seperti minuman bersoda, teh manis, minuman buah, dan minuman olahraga.
Sebagai gantinya, Tung merekomendasikan air putih, baik air biasa, air berkarbonasi, maupun air yang diberi tambahan buah, serta teh tanpa pemanis. Pilihan tersebut dapat membantu terhidrasi tanpa mengganggu kestabilan gula darah.
“Anda dapat menganggap minuman tersebut sebagai sumber gula dalam konsentrasi tinggi yang dapat menyebabkan kenaikan tajam kadar gula darah,” ujar Tung.
Penerjemah: Sri Dewi Larasati