NADIKABAR.COM — Konselor kesehatan mental sekaligus psikoterapis Daryl Appleton menuturkan bahwa kebanyakan persahabatan terbangun karena adanya rutinitas bersama.

"Ketika rutinitas berakhir, kita jadi tahu seberapa besar persahabatan itu bergantung pada lingkungan sekitar, dan seberapa besar yang memang murni didasari oleh hubungan antar-individu," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran Real Simple pada Selasa (27/10).

Terapis Cheryl Groskopf juga menyampaikan bahwa persahabatan berkembang berkat konsistensi, kedekatan, dan pengalaman bersama.

"Jadi, saat kita tidak lagi sering bertemu, kita kehilangan kesempatan alami untuk menjalin koneksi yang sebelumnya menjaga persahabatan itu tetap hidup," katanya.

Persahabatan dapat retak akibat masalah-masalah kecil yang menumpuk seiring waktu.

Persahabatan juga bisa menjadi renggang atau berakhir secara alami ketika jalan hidup membawa masing-masing individu ke arah yang berbeda.

Namun, hubungan persahabatan yang telah retak atau terputus masih berpeluang untuk dipulihkan.

Upaya untuk menjalin kembali persahabatan yang merenggang atau terputus bisa diawali dengan membuka komunikasi tanpa perlu mengungkit luka lama atau membahas kembali perselisihan yang pernah terjadi.