Menurut dia, rasa bersalah justru bisa membuat pihak lain merasa harus berusaha menenangkan atau menghibur, dan kondisi yang demikian tidak nyaman.

Selain itu, orang perlu mengelola harapan ketika memulai komunikasi dengan teman yang sudah lama tidak dihubungi atau menjauh.

Groskopf mengatakan, menghubungi seseorang merupakan sebuah upaya untuk membuka kembali koneksi, bukan jaminan bahwa hubungan itu bisa pulih sepenuhnya.

Orang yang dihubungi bisa merasa sangat senang mendengar kabar dari pihak yang menghubungi, tetapi bisa pula mereka membutuhkan waktu untuk merespons atau memilih untuk tidak melanjutkan komunikasi.

"Anda bisa mengontrol seberapa hangat dan tulus ajakan Anda, tetapi Anda tidak bisa mengendalikan hasilnya," kata Groskopf.

Upaya untuk memulihkan persahabatan tidak selalu bisa mengembalikan hubungan seperti semula, karena masing-masing orang sudah tumbuh dan berubah seiring waktu.

Penerjemah: Farika Nur Khotimah