NADIKABAR.COM — Ahli gizi olahraga bersertifikat Tara Collingwood menyampaikan bahwa alih-alih langsung menghentikan konsumsi semua jenis gula secara mendadak, upaya pengurangan asupan gula sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan.
Sebagaimana dikutip dalam siaran EatThis, NotThat! pada 26 April 2026, dia mengatakan bahwa pemangkasan konsumsi gula lebih baik dimulai dengan menghentikan konsumsi gula tambahan saja, bukan gula alami.
"Tetaplah mengonsumsi buah-buahan, produk susu, dan sebagainya," kata salah satu penulis buku "Flat Belly Cookbook for Dummies" itu.
Selanjutnya, ia mengatakan, konsumsi minuman bersoda, permen, aneka kue, dan minuman manis sebaiknya dikurangi.
Collingwood merekomendasikan pemaduan konsumsi sumber karbohidrat dengan sumber protein dan lemak untuk membantu menstabilkan kadar gula darah serta mengurangi keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.
Dia juga menyampaikan pentingnya makan secara teratur, karena melewatkan waktu makan justru dapat memperburuk keinginan untuk menyantap makanan manis.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga penting. "Dehidrasi terkadang bisa terasa seperti keinginan untuk mengonsumsi gula," kata Collingwood.
Dia mengingatkan bahwa tujuan pengurangan konsumsi gula adalah melatih kembali indra perasa dan menstabilkan kadar gula darah, bukan melakukan "pembersihan sistem tubuh."
"Mengurangi asupan gula tambahan memang dapat meningkatkan energi, suasana hati, dan kesehatan metabolik, tetapi bukan berarti tubuh Anda 'teracuni'," katanya.
Collingwood menyampaikan bahwa tubuh punya mekanisme untuk menyesuaikan diri dengan asupan gula tambahan yang lebih rendah.
Namun, efek pengurangan konsumsi gula terhadap tubuh bisa terasa signifikan pada tahap awal.
Dalam satu jam pertama tanpa gula, Collingwood mengatakan, tubuh mungkin akan mengalami penurunan kadar gula tiba-tiba dan respons insulin yang lebih rendah.
"Anda mungkin akan mengalami lebih sedikit penurunan energi setelahnya," katanya.
Setelah satu hari tanpa gula, ia mengatakan, kadar gula darah bisa menjadi lebih stabil sepanjang hari.
Namun, efek samping seperti sakit kepala, mudah tersinggung, dan keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan manis bisa muncul.
Collingwood mengatakan bahwa hal itu berkaitan dengan proses otak dalam menyesuaikan diri dengan berkurangnya stimulasi dopamin yang berasal dari gula.
Setelah sepekan tidak mengonsumsi gula, tubuh akan mulai menyesuaikan diri dan menjadi lebih stabil.
Keinginan mengonsumsi makanan akan mulai berkurang, dan indra pengecap mulai menyesuaikan diri.
"Makanan secara alami mungkin terasa lebih manis," kata Collingwood.
Selain itu, menurut dia, tingkat energi dapat terasa lebih konsisten dan sebagian orang merasakan pencernaan yang lebih baik atau berkurangnya kembung.
Setelah satu bulan tidak mengonsumsi gula, kadar gula darah bisa lebih terkendali, sensitivitas insulin lebih baik, serta faktor risiko gangguan metabolisme dapat menurun.
Collingwood mengatakan bahwa proses adaptasi tubuh terhadap penurunan konsumsi gula sampai keinginan untuk makan makanan manis mereda biasanya berlangsung tiga hingga tujuh hari.
Dampak penurunan konsumsi gula terhadap perubahan metabolisme dan penyesuaian indra perasa, menurut dia, bisa terjadi dalam waktu dua hingga empat minggu.
Penerjemah: Pamela Sakina